Laman

Minggu, 24 Juli 2011

Konsep Arus DC & AC

Dalam kelistrikan kita mengenal ada 2 macam arus yaitu arus DC dan tegangan AC. Kedua arus tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu-sama lain.
1.Arus DC (Direct Current)
Arus DC merupakan arus listrik yang mengalir satu arah saja. Arus DC mengalir dari kutub positif (potensial tinggi) ke kutub negatif (potensial rendah). Pada arus DC besaran arus dan tegangannya konstan. Arus dan tegangan DC biasanya digunakan pada peralatan elektronika.









Gambar diatas menunjukkan bentuk arus DC yang dilihat dari Osciloscope serta lambang dari arus DC. Dari gambar tersebut terlihat bahwqa besaran tegangan atau arusnya selalu konstan setiap waktu (T).
Tegangan DC dapat diahsilkan dari sumer tertentu, semisal:
  •  Baterei
  • Accumulator (biasa disebut aki)
  • Dapat juga dihasilkan dari penyearahan Arus AC.
2. Arus AC (Alternating Current)
Arus AC atau alternating current merupakan bentuk lain dari arus listrik, Arus AC berbeda dengan arus DC. Arus AC besar arusnya berubah ubah dengan frekuensi tertentu.








Gambar di atas merupakan gambar arus / tegangan AC yang terlihat dari Osciloscope dan lambang arus AC. Dari gambar tersebut terlihat bahwa besar arus atau tegangan AC berubah-ubah dari nilai positif ke negatif berulang-ulang setiap satuan waktu, jadi untuk arus AC ini memiliki frekuensi tertentu sedangkan Arus DC frekuensinya 0 atau tidak memiliki frekuensi. Arus atau tegangan AC merupakan arus atau tegangan yang dipakai pada rumah tangga. Jadi Listrik yang Anda gunakan di rumah atau yang dikeluarkan dari stop kontak anda dirumah adalah arus atau tegangan AC. Alasan kenapa arus AC lebih banyak digunakan di rumah tangga diantaranya adalah:
  • Arus AC lebih mudah dihasilkan.
  • Arus AC lebih mudah dinaikan atau diturunkan tegangannya sesuai kebutuhan.
  • Arus AC lebih mudah ditransmisikan jarak jauh dan rugi dayanya kecil.
Alat untuk menghasilkan arus AC adalah generator, merupakan mesin listrik mirip dengan motor listrik yang merubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik.

Generator AC
(Sumber : http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS621NeEEZm0fLnRdEYKWkGvJ4BWsL_wPqpPwfaHcTg4GS0MIrb)
Generator AC terdiri dari suatu kumparan (coil) magnet tetap dan magnet yang berputar. Generator listrik menghasilkan energi listrik dari perubahan medan magnet. saat magnet putar (rotor) berputar akan mengakibatkan perubahan medan magnet pada magnet stator. Perubahan medan magnet tersebut akan menimbulkan GGL induksi pada kumparan yang ada pada generator tersebut. karena tegangan yang timbul berubah-ubah dari positif ke negatif dan sebaliknya secara terus menerus sehingga Arus yang dihasilkan adalah arus AC.
Pada pembangkit listrik ditemukan pula generator yang berukuran sangat besar untuk menghasilkan tegangan yang besar pula, tenaga penggerak yang digunakan untuk memutar generator digunakan untuk menggolongkan jenis pembangkit listrik, misal PLTA (pembangkit listrik tenaga air), PLTU (pembangkit listrik tenaga uap), PLTG (pembangkit listrik tenaga gas), dan lain-lain.

3 comments:

terima kasih materinya sangat membantu saya :)

@ Oasis : sama-sama, semoga membantu...
@ islamphone : terima kasih, blognya masih baru jadi masih banyak kurangnya, jangan ragu mampir lagi ya..

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites